Thursday, October 16, 2014

Jangan Bilang 'Jangan'!

Jadi apa sebaiknya yang harus kita ucapkan? Berikut beberapa alternatifnya.
alternatifkatajanganlenkap

Sumber

Wednesday, October 8, 2014

Waspadalah, Rambu – Rambu Lalu Lintas Ini Ternyata Tidak Diatur Undang-Undang!

CARAAKU-CARAAKU.BLOGSPOT.COM:: Well, jika jalan – jalan di jalanan Indonesia, maka orang akan menemui banyak hal yang menarik perhatian. Tidak jarang jika masyarakat selalu menampilkan hal-hal unik yang secara langsung berimbas kepada masyarakat lain tanpa sering kita sadari.
Simaklah ketika kita naik kendaraan dan memasuki jalanan dan atau area tertentu! Begitu masuk lokasi tersebut, selain terpana oleh banyaknya baliho, poster, spanduk, dan sejenisnya, mata kita biasanya langsung tertuju pada rambu –rambu lalu lintas yang tidak dimiliki oleh Dinas Perhubungan ataupun diatur oleh undang-undang maupun peraturan daerah. Ga percaya?
Pertama, saat ujian SIM baik A, B, C sampai Z, pernahkah ada pertanyaan ini, ‘Jalan pelan-pelan banyak anak-anak’ merupakan tanda untuk apa?
Kedua, rambu yang ini mungkin menjadi peraturan non-verbal dari para satpam penjaga komplek, ‘Pemulung dilarang masuk’. Nah, jika salah satu dari kalian pernah dilarang masuk, apakah Anda termasuk kategori pelanggar rambu tersebut? Hehehe.
Ketiga, ‘Awas, polisi tidur!’ Aduh, dik….. Kok ya masih sempat-sempatnya polisi tidur di jalanan. Eits, rupanya ini adalah jebakan Batman ala Nusantara. Apalagi jika tiap 5 meter ada. Bump bump bump…. Mungkin masyarakat ingat yang berikut ini kali ya, “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Q.S. An-Naba’: 6-7)
Keempat, pohon pisang sebagai rambu jalan berlubang. Pernah lihat ini? Saya pikir ini cuma ada di pedesaan yang masih ditumbuhi banyak pohon pisang. Hanya pemakan pisanglah yang memahaminya.hihihi…
Kelima, barel minyak atau tong ksosong sebagai tanda pengalihan arah atau mobil dilarang masuk. Ini terjadi ketika di suatu lokasi ada kejadian khusus, seperti pernikahan, sunatan, kumpulan RT, pesta warga, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Mari, bijaklah menggunakan jalan raya, jalan tikus, maupun jalan buntu di tengah kondisi produksi kendaraan yang makin meroket sampai roket itu sendiri dibilang membumi. Intinya, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Kita tidak perlu merenungkan ungkapan banyak jalan menuju Roma, emang mau ngapain ke Roma? Lebih baik kita berlakukan saja show must go on. Jadi, tetap jalan – jalan aja ya….

Wednesday, September 17, 2014

How to Make Sushi (#Caraaku Version)

After trying several Japanese restaurants in the United States and Indonesia, I've found that sushi, a special hors d'oeuvre (a bite food) from Japan, is inspired from Javanese - Indonesian food. That food is called lemper.That's why my grand grandmother has already made it more than 80 years ago. Here is the proof. [Caraaku]

Thursday, August 28, 2014

Ketika Tuhan Kembali Menyapa

Mak jebreett! Mak jleebb! Mak ndhuull....!
Kira-kira begitu nada menggelegar berskala delapan oktaf yang terasa di dalam benak seorang anak muda satu itu. Sudah sekian lama ia tidak dikejutkan dengan nada-nada bledheg itu. Lebih dari seputaran kalender mungkin. Selama kurun waktu jeda itu, paling banter ia hanya mendengar setengahnya, itupun tidak secara langsung lewat telinga kepalanya sendiri. Pastinya, seseorang akan merasa ditohok ketika mendengar nada delapan oktaf tersebut. Angap saja ini adalah sebuah ilusi seorang anak muda dari sebuah klub atau perkumpulan yang sedang menapaki tangga menuju puncak gemilang cahaya berkilau berseri.
Selama bersafari sekitar enam pekan di suatu sudut kota dan pojok beberapa kota lain, ada banyak hal dan peristiwa yang kasat dan tak kasat mata yang sebenarnya tidak asing bagi anak muda tersebut. Akan tetapi, entah karena angin, metamorfosa, perubahan di lingkungan sekitar, cara kubu lain memandang, semakin majemuknya cara ia berpikir, ataukah dia yang memang sedang tidak "in", kurang jelas yang mana gejalanya. Bisa jadi, itu adalah kombinasi asbabul wurud dari kesemuanya. Entahlah. Hari ini, ia makin terenyuh betapa memekakannya dentuman lantunan tersebut. Dengan kuping terbuka, ia tersentak ketika hanya mendengar lagu yang hanya terdiri dari nada delapan oktaf tanpa selingan balok nada yang lain. Bisakah dinikmati? Tentu saja tidak. Sekali lagi, tidak.
Dengan tekad yang kuat, ia menyadari tentang perlunya aransemen dengan interval nada yang lain agar terjadi harmoni di dalam lantunannya. Di satu sisi, ia nampak memiliki beban personal yang bebarengan. Selain itu, ia tidak hanya dititahi menjadi seorang komposer dengan menciptkan satu lagu, tetapi beberapa lagu dalam momen yang bersamaan. Untungnya, di sisi yang lain ia punya sumber daya, musisi, lirik, dan instrumen yang siap diramu untuk ditampilkan dalam suatu konser yang spektakuler yang tidak pernah diketahui kapan naik panggungnya. Hebohnya, di saat memoles lagu – lagu gubahannya, produsernya juga memberikannya mandat agar ia juga berperan sebagai seorang promotor. Ya promotor, ya marketer, ya sales, ya makelar, dan sejenisnya. Menariknya, ia tidak putus asa. Ia justru menyebut seluruh rangkaian peristiwa tersebut sebagai sebuah sapaan kembali dari Tuhan. Tambahan pula, ia malah memiliki optimisme dan keyakinan yang begitu tinggi di masa yang akan datang untuk menampilkan show-show yang akan memberikan kontribusi positif dalam menghibur dan menggerakkan para penonton dan fans di sekitarnya di seluruh penjuru nusantara dan jagad raya. Mari bantu kontribusinya dan tunggu tanggal mainnya! Caraaku
http://caraaku-caraaku.blogspot.com/

Tuesday, July 22, 2014

Atas Nama Bangsa Indonesia, Kudoenasi - Harta

Menindaklanjuti keputusan KPU semalam, berikut kami sampaikan sikap resmi kami selaku petinggi koalisi balungan:

1. akan menggugat jika 'kemenangan' Idul Fitri tidak ditetapkan jatuh pada tanggal 1 Syawal
2. sebagai warga negara yg baik, kami lebih menyukai THR yang diulang dari pada proses pemilu yang diulang
3. melihat kondisi rakyat saat ini, kami berkeyakinan bahwa zakat, sedekah, infak, dan wakaf merupakan solusi yang tepat untuk kemaslahatan umat dan masyarakat.

Harta-harta yang masih belum dikeluarkan kewajibannya, akan ditunaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.


Atas nama bangsa Indonesia
Kudoenasi - Harta!

http://caraaku-caraaku.blogspot.com/