Wednesday, October 8, 2014

Waspadalah, Rambu – Rambu Lalu Lintas Ini Ternyata Tidak Diatur Undang-Undang!

CARAAKU-CARAAKU.BLOGSPOT.COM:: Well, jika jalan – jalan di jalanan Indonesia, maka orang akan menemui banyak hal yang menarik perhatian. Tidak jarang jika masyarakat selalu menampilkan hal-hal unik yang secara langsung berimbas kepada masyarakat lain tanpa sering kita sadari.
Simaklah ketika kita naik kendaraan dan memasuki jalanan dan atau area tertentu! Begitu masuk lokasi tersebut, selain terpana oleh banyaknya baliho, poster, spanduk, dan sejenisnya, mata kita biasanya langsung tertuju pada rambu –rambu lalu lintas yang tidak dimiliki oleh Dinas Perhubungan ataupun diatur oleh undang-undang maupun peraturan daerah. Ga percaya?
Pertama, saat ujian SIM baik A, B, C sampai Z, pernahkah ada pertanyaan ini, ‘Jalan pelan-pelan banyak anak-anak’ merupakan tanda untuk apa?
Kedua, rambu yang ini mungkin menjadi peraturan non-verbal dari para satpam penjaga komplek, ‘Pemulung dilarang masuk’. Nah, jika salah satu dari kalian pernah dilarang masuk, apakah Anda termasuk kategori pelanggar rambu tersebut? Hehehe.
Ketiga, ‘Awas, polisi tidur!’ Aduh, dik….. Kok ya masih sempat-sempatnya polisi tidur di jalanan. Eits, rupanya ini adalah jebakan Batman ala Nusantara. Apalagi jika tiap 5 meter ada. Bump bump bump…. Mungkin masyarakat ingat yang berikut ini kali ya, “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Q.S. An-Naba’: 6-7)
Keempat, pohon pisang sebagai rambu jalan berlubang. Pernah lihat ini? Saya pikir ini cuma ada di pedesaan yang masih ditumbuhi banyak pohon pisang. Hanya pemakan pisanglah yang memahaminya.hihihi…
Kelima, barel minyak atau tong ksosong sebagai tanda pengalihan arah atau mobil dilarang masuk. Ini terjadi ketika di suatu lokasi ada kejadian khusus, seperti pernikahan, sunatan, kumpulan RT, pesta warga, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Mari, bijaklah menggunakan jalan raya, jalan tikus, maupun jalan buntu di tengah kondisi produksi kendaraan yang makin meroket sampai roket itu sendiri dibilang membumi. Intinya, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Kita tidak perlu merenungkan ungkapan banyak jalan menuju Roma, emang mau ngapain ke Roma? Lebih baik kita berlakukan saja show must go on. Jadi, tetap jalan – jalan aja ya….

No comments:

Post a Comment