Sunday, June 1, 2014

Pemilih Cerdas Gundulmu…!

Akhir - akhir ini di semua alat komunikasi yang saya pakai, setiap menitnya diisi oleh status - status yang kental tentang adanya hajat akbar 5 tahunan di sebuah ‘negeri Balgedhibal’.  Terus terang, di satu sisi saya tertarik untuk membacanya karena hati saya begitu dalamnya tertaut dengan negeri itu, dan saya selalu ingin tetap berkontribusi di bagian belahan bumi indah itu meskipun saat ini saya sedang hidup nan jauh di sana. Akan tetapi, di sisi yang lain saya juga merasa ngeri, jengkel, miris, terombang – ambing, resah, berkecamuk dan bingung lantaran informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber adalah informasi yang hanya berwujud kepentingan, keberpihakan, dan melacurkan fakta yang seharusnya ditampilkan dan ide - ide brilian yang ingin diaktualisasikan.
Berapa banyak orang – orang masyhur di penjuru kota dengan santainya mengatakan “masyarakat sekarang sudah mulai cerdas dalam menilai informasi mana yang benar dan mana yang tidak.” Duhai Bapak – Bapak dan Ibu – Ibu, bagaimana mau membedakan informasi dengan judul yang hampir sama tetapi isinya selalu kontras? Pemilih cerdas gundulmu..!
Lihatlah! Saat ini, para penguasa media saling berjibun memfasilitasi para ahli search engine optimizer untuk gila – gilaan mempublikasi berita, ulasan, dan gambar yang diriwayatkan oleh kubu masing – masing untuk dikonsumsi masyarakat pemilih dan para pihak di luar negeri itu entah yang memiliki kepentingan tertentu atau tidak, sedang melakukan riset dan studi politik, dan atau yang hanya sekedar penasaran setiap harinya. Wahai para pembesar, janganlah kau ganyang bumi negeri istimewa itu dengan membela yang tidak sepatutnya. Saya tahu, tak seorang pun sempurna. Namun, sudikah kalian mengutamakan keunggulan – keunggulan kandidat kalian sewajarnya saja tanpa perlu menyundal yang lain? Iya kita mendukung, tapi kita juga harus kritis, Tuan – Tuan…
Setahu saya, di masa sebuah pergantian orde, yang pada saat itu dimulainya sebuah momen tentang pilar demokrasi ke-4, ianya memiliki tujuan yang sangat mulia. Saya bisa mengatakan jika tujuan – tujuan tersebut adalah untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui informasi; menegakkan nilai dasar demokrasi; mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan HAM, serta menghormati kebhinekaan; mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; dan memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Di antara tujuan – tujuan yang adiluhung tersebut, manakah yang dipenuhi kriterianya oleh media – media di negeri itu? Sebelumnya, ada beberapa situs yang sedikit banyak saya percaya tentang maklumat yang mereka sampaikan. Namun, saat ini tak satu pun yang saya jadikan rujukan. Huuuuffft…
Kawan, mari bijaklah dalam dalam memilih. Silakan siapa saja, yang kita yakini akan membawa perubahan ke arah kebaikan untuk kita semua. Tidak memilih itu juga pilihan, tetapi memilih berarti ikut menyumbang untuk perbaikan. Bagaimanapun kita masih memiliki harapan untuk terus bergerak maju.

Ya Tuhan, tunjukkanlah kami dan mereka yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Selamatkanlah kami dan negeri nan permai itu untuk terus jaya membumbung tinggi hingga mampu mengayomi seluruh umat manusia yang ada di atas bumi dan di bawah bumantara ini.

No comments:

Post a Comment