Akhir -
akhir ini di semua alat komunikasi yang saya pakai, setiap menitnya diisi oleh
status - status yang kental tentang adanya hajat akbar 5 tahunan di sebuah ‘negeri
Balgedhibal’. Terus terang, di satu sisi
saya tertarik untuk membacanya karena hati saya begitu dalamnya tertaut dengan
negeri itu, dan saya selalu ingin tetap berkontribusi di bagian belahan bumi indah
itu meskipun saat ini saya sedang hidup nan jauh di sana. Akan tetapi, di sisi
yang lain saya juga merasa ngeri, jengkel, miris, terombang – ambing, resah, berkecamuk
dan bingung lantaran informasi yang saya dapatkan dari berbagai sumber adalah
informasi yang hanya berwujud kepentingan, keberpihakan, dan melacurkan fakta yang
seharusnya ditampilkan dan ide - ide brilian yang ingin diaktualisasikan.
Berapa banyak
orang – orang masyhur di penjuru kota dengan santainya mengatakan “masyarakat
sekarang sudah mulai cerdas dalam menilai informasi mana yang benar dan mana
yang tidak.” Duhai Bapak – Bapak dan Ibu – Ibu, bagaimana mau membedakan
informasi dengan judul yang hampir sama tetapi isinya selalu kontras? Pemilih
cerdas gundulmu..!
Lihatlah!
Saat ini, para penguasa media saling berjibun memfasilitasi para ahli search engine optimizer untuk gila –
gilaan mempublikasi berita, ulasan, dan gambar yang diriwayatkan oleh kubu
masing – masing untuk dikonsumsi masyarakat pemilih dan para pihak di luar
negeri itu entah yang memiliki kepentingan tertentu atau tidak, sedang melakukan
riset dan studi politik, dan atau yang hanya sekedar penasaran setiap harinya.
Wahai para pembesar, janganlah kau ganyang bumi negeri istimewa itu dengan
membela yang tidak sepatutnya. Saya tahu, tak seorang pun sempurna. Namun,
sudikah kalian mengutamakan keunggulan – keunggulan kandidat kalian sewajarnya
saja tanpa perlu menyundal yang lain? Iya kita mendukung, tapi kita juga harus
kritis, Tuan – Tuan…
Setahu
saya, di masa sebuah pergantian orde, yang pada saat itu dimulainya sebuah
momen tentang pilar demokrasi ke-4, ianya memiliki tujuan yang sangat mulia.
Saya bisa mengatakan jika tujuan – tujuan tersebut adalah untuk memenuhi hak
masyarakat untuk mengetahui informasi; menegakkan nilai dasar demokrasi; mendorong
terwujudnya supremasi hukum, dan HAM, serta menghormati kebhinekaan; mengembangkan
pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; melakukan
pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
kepentingan umum; dan memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Di antara tujuan –
tujuan yang adiluhung tersebut, manakah yang dipenuhi kriterianya oleh media –
media di negeri itu? Sebelumnya, ada beberapa situs yang sedikit banyak saya percaya
tentang maklumat yang mereka sampaikan. Namun, saat ini tak satu pun yang saya
jadikan rujukan. Huuuuffft…
Kawan,
mari bijaklah dalam dalam memilih. Silakan siapa saja, yang kita yakini akan
membawa perubahan ke arah kebaikan untuk kita semua. Tidak memilih itu juga
pilihan, tetapi memilih berarti ikut menyumbang untuk perbaikan. Bagaimanapun kita masih memiliki harapan untuk terus bergerak maju.
Ya
Tuhan, tunjukkanlah kami dan mereka yang benar itu benar dan yang salah itu
salah. Selamatkanlah kami dan negeri nan permai itu untuk terus jaya membumbung
tinggi hingga mampu mengayomi seluruh umat manusia yang ada di atas bumi dan di
bawah bumantara ini.